NABI MUHAMMAD SAW LAHIR PADA HARI ‘ASYURO

Oleh: Ust. Adi Misbahul Huda, S.H.I
Al-Faqih Abu al-Laits al-Samarqandy r.a menjelaskan dalam kitab Tanbihul Ghofilin bahwa telah terjadi perbedaan pendapat di kalangan Ulama terkait penafsiran hari ‘asyuro.

Ada sebagian Ulama berpendapat bahwa disebut ‘asyuro karena hari ke sepuluh pada bulan Muharrom. Sebagian Ulama lagi berpendapat karena Allah SWT telah memuliakan 10 nabi-Nya dengan 10 kemuliaan.


10 kemulian yang diberikan oleh Allah SWT kepada 10 nabinya yaitu, Allah SWT menerima taubat nabi Adam as. pada hari ‘asyuro, Allah SWT mengangkat nabi Idris as. ke tempat yang luhur pada hari ‘asyuro, Allah SWT menyelamatkan kapal nabi Nuh as di atas bukit judi pada hari ‘asyuro, Nabi Ibrahim as. dilahirkan pada hari ‘asyuro, dan Allah SWT. menjadikan nabi Ibrahim as sebagai al-kholil (kekasih) dan menyelamatkannya dari api pada hari ‘asyuro, Allah SWT menerima taubat nabi Daud as. pada hari ‘asyuro, Allah SWT mengangkat nabi Isa as. pada hari ‘asyuro, Allah SWT menyelamatkan nabi Musa as. dari lautan pada hari ‘asyuro, dan Allah SWT menenggelamkan Fir’aun pada hari ‘asyuro, Allah SWT mengeluarkan nabi Yunus as. dari perut ikan pada hari ‘asyuro, Allah SWT mengembalikan kerajaan nabi Sulaiman as. pada hari ‘asyuro, dan nabi Muhammad SAW dilahirkan pada hari ‘asyuro.

Pada kalimat terakhir tentang kelahiran nabi Muhammad SAW padi hari ‘asyuro menjadi pertanyaan yang diberikan oleh Kiyai kepada saya, sehingga membuat bingung bagi saya karena keterbatasan pengetahuan. Memang banyak perbedaan terkait kapan tepatnya Nabi SAW dilahirkan, as-Sayid Ja’far al-Barzanji mengeluarkan pernyataan bahwa telah terjadi perbedaan tahun kelahiran Nabi SAW, bulan dan hari kelahiran Nabi SAW. Namun yang paling rojih adalah hari senin 12, tahun gajah.

Dalam kitab al-Lubab fi ‘Ulumil Kitab karya Syeikh Al Imam al Mufassir Abi Hafsh Umar Bin Ali Bin Adil ad-Dimasyqy Al-Hanbaly bahwa nabi Muhammad SAW lahir pada hari senin 12 Robi’ul Awwal. Menurut Mahmud Pasya dalam karyanya “at-Taqwim al-‘araby Qabla al-Islam wa Tarikh Milad ar-Rasul wa Hijratuhu” menyimpulkan bahwa kelahiran Nabi SAW adalah pada bulan Robi’ul Awwal. Sedangkan menurut ahli ilmu Falak Mahmud Basya, Nabi SAW lahir bertepatan sekitar tanggal 20 atau 22 April tahun 571 Masehi. Bulan April tahun 571 Masehi menurut perhitungan Mahmud Pasya bertepatan dengan 40 tahun setelah Raja Kisra Anu Syirwan duduk di atas singgasana kerajaan Persia.

Dari mayoritas pendapat Ulama dan ahli ilmu falak menyatakan serempak bahwa Nabi SAW lahir pada bulan robi’ul awal, dan tidak ada sama sekali yang menyebutkan Nabi SAW lahir pada bulan Muharrom. Didorong dari rasa keingintahuan penulis, maka penulis bertanya kepada beberapa ahli ilmu Falak terkait penjelasan dalam kitab Tanbihul Ghofilin tentang “Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada hari ‘asyuro”.

Sehingga penulis mendapati jawaban dari seorang ahli falak Kalimantan dan beliau juga seorang penulis sejarah tokoh Islam, bahwa yang dimaksudkan dengan dilahirkannya Nabi SAW pada hari ‘asyuro adalah Allah SWT menciptakan Ruh Nabi SAW pada hari ‘asyuro, adapun jasadnya dilahirkan pada Rabiul Awwal. Penjelasan tersebut didapatkan dari kitab “Kanzun Najah wa Surur” karya Syekh Abdul hamid bin Muhammad Ali bin Abdul Qadir al-Qudsy al-Makki asy-Syafi’i, salah seorang guru KH. Idham Chalid di Makkah. Penjelasan tersebut senada dengan keterangan dalam kitab al-Lubab fi ‘Ulumil Kitab bahwa Aminah, ibunda Nabi SAW mengandung pada hari ‘asyuro.

Teks dalam kitab Kanzun Najah wa Surur  tersebut adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ يَا مُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ, وَيَا مُخْرِجَ ذِيْ النُّونِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ, وَيَا جَامِعَ شَمْلِ يَعْقُوْبَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ, وَيَا غَافِرَ ذَنْبِ دَاوُوْدَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ,  وَيَا كَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوْبَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ, وَيَا سَامِعَ دَعْوَةَ مُوْسَى وَهَارُوْنَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ, وَيَا خَالِقَ رُوْحِ سَيِّدِنَا محمد صلى الله عليه وسلم حَبِيْبِهِ وَمُصْطَفَاهُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ, وَيَا رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, لَا اِلَهَ اِلاَّ أَنْتَ, اِقْضِ حَاجَتِيْ فِيْ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ, وَأَطِلْ عُمْرِيْ فِيْ طَاعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضَاكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَأَحْيِنِيْ حَيَاةً طَيِّبَةً, وَتَوَفَّنِيْ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَاْلاءِيْمَانِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

MENYANYIKAN MARS AL HIKMAH DI ACARA HALAL BIHALAL YAYASAN 2017


Share:

No comments:

Post a Comment

TINGGALKAN PESAN/SARAN/KOMENTAR ANDA DI BAWAH INI;